Ke Arah Media Halal: Kajian Konseptual Produksi Kandungan Digital Islamik
DOI:
https://doi.org/10.58915/johdec.v15.2026.3442Keywords:
media halal, budaya produksi, platform digital islamik, sosiologi media, halal media, production culture, Islamic digital platform, sociology of mediaAbstract
Dalam era digital yang pesat berkembang, media halal semakin mendapat perhatian sebagai prinsip teras dalam penghasilan kandungan yang berpaksikan nilai-nilai Islam. Namun, cabaran utama industri ini adalah mengeimbangkan pematuhan syariah dengan
daya tarikan komersial dan elemen kreativiti bagi memenuhi keperluan industri media serta kehendak pasaran. Walaupun media halal semakin berkembang di Malaysia, kajian mengenai budaya produksi dalam industri ini masih belum diteroka secara mendalam. Oleh itu, kertas ini merupakan sebuah kajian konseptual yang bertujuan untuk mencadangkan satu kerangka konseptual bagi memahami bagaimana budaya produksi media halal dibentuk, dengan menumpukan perhatian kepada platform penstriman digital
Islamik, Durioo+ sebagai kajian kes. Kajian ini akan membincangkan bagaimana prinsip media halal diterapkan dalam penghasilan kandungan digital Durioo+, termasuk aspek pematuhan syariah, nilai Islam yang disampaikan kepada khalayak, serta cabaran yang dihadapi dalam memastikan keseimbangan antara pematuhan syariah, daya tarikan komersial, dan kreativiti. Selain itu, kertas konseptual ini akan mengenal pasti faktor yang mempengaruhi proses produksi media halal. Dengan menggunakan pendekatan sosiologi media dan budaya produksi sebagai asas teoritikal, kajian ini diharapkan dapat menyediakan asas konseptual yang kukuh bagi kajian masa hadapan mengenai industri media halal di Malaysia. Penemuan kajian ini diharapkan dapat menyumbang kepada pemahaman lebih mendalam mengenai cabaran dan peluang dalam industri ini serta membantu memperkukuhkan kedudukan Malaysia sebagai peneraju dalam industri media halal secara global.
In the rapidly developing digital era, halal media is increasingly gaining attention as a core principle in the production of content centered on Islamic values. A key challenge in this industry lies in balancing shariah compliance with commercial appeal and creative expression to meet market and industry demands. Although halal media is growing in Malaysia, studies on the production culture in this industry have not yet been explored in depth. Therefore, this paper is a conceptual study aims to propose a conceptual framework
to understand how the production culture of halal media is formed, by focusing on the Islamic digital streaming platform, Durioo+ as a case study. This research will address the application of halal media principles in the creation of Durioo+ digital content, covering topics such as shariah compliance, audience-received Islamic values, and the difficulties in striking a balance between shariah compliance, commercial appeal, and creativity. In addition, this conceptual paper will identify factors that influence the production process of halal media. This study is anticipated to offer a strong conceptual basis for subsequent research on Malaysia's halal media sector by employing the sociological approach of media and production culture as a theoretical basis. The findings are expected to enhance understanding of halal media challenges and opportunities while strengthening Malaysia’s position in the global halal media industry
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Human Development and Communication (JoHDeC)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








